Sabtu, 17 Agustus 2013

PEMANFAATAN LIMBAH SAYUR PASAR SEBAGAI PENGGANTI PASTA BATERAI KERING



A.    Pendahuluan

Indonesia merupakan negara tropis dan agraris, sehingga salah satu produksi yang melimpah berupa sayur-sayuran. Beberapa sayuran yang diproduksi di Indonesia adalah bayam, kangkung, sawi dan kubis.  Sayuran merupakan makanan yang penting bagi manusia untuk melengkapi makanan 4 sehat 5 sempurna. Namun, masyarakat Indonesia belum memanfaatkan secara maksimal sayuran tersebut. Pada dasarnya, sifat sayuran itu mudah rusak dan membusuk. Sayuran yang rusak tersebut sebagian besar hanya dibuang di tepi pasar sehingga merusak pemandangan dan menimbulkan bau yang tidak sedap. Hal ini dapat membuat para konsumen enggan untuk berbelanja di pasar walupun harga yang di tawarkan lebih murah dari pada harga yang ada di supermarket. Sementara untuk sayuran yang tidak laku para penjual biasanya memakan sebagian sayuran tersebut dan sisanya untuk makan ternak, ini disebabkan sayuran merupakan jenis makanan yang gampang layu sehingga akan menurunkan minat konsumen apabila dijual kembali.
Dari hasil produksi sayuran di Indonesia yang meningkat tentu saja jumlah sayuran busuk semakin banyak. Untuk itu, perlu adanya suatu usaha untuk mengurangi atau memanfaatkan sayuran busuk tersebut agar mengurangi jumlah sampah di Indonesia. Berdasarkan hal tersebut, penulis mempunyai gagasan untuk memanfaatkan sayuran busuk tersebut sebagai pengganti pasta pada baterai.
Baterai kering atau sel Leclanche tediri atas suatu silinder zink yang berisi pasta dari campuran batu kawi (MnO2), salmiak (NH4Cl), karbon (C) dan sedikt air (jadi sel ini tidak 100% kering). Zn berfungsi sebagai anode, sedangkan katode digunakan elektrode inert, yaitu grafit yang dicelupkan di tengah-tengah pasta. Syarat agar suatu baterai dapat menghasilkan listrik adalah dengan adanya elektrolit . Elektrolit adalah suatu zat yang larut atau terurai ke dalam bentuk ion-ion dan selanjutnya larutan menjadi konduktor elektrik, ion-ion merupakan atom-atom bermuatan elektrik. Elektrolit bisa berupa air, asam, basa atau berupa senyawa kimia lainnya. Alam sendiri telah memberikan elektrolit dari sayuran maupun buah-buahan.
Dapat diketahui bahwa sayur-sayuran yang selama ini kurang termanfaatkan secara optimal. Padahal sayur-sayuran tersebut dapat digunakan sebagai pengganti pasta baterai karena mengandung elektrolit seperti kalium maupun natrium. Contoh sayuran yang mengandung kalium adalah bayam, kangkung, sawi, kubis. Pasta baterai dari limbah sayuran ini lebih ramah lingkungan karena sayuran sendiri merupakan bahan organik sehingga mudah di uraikan oleh tanah, selain itu merupakan sumberdaya yang dapat diperbaharui sehingga tidak perlu khawatir untuk kekurangan bahan baku dalam pemakaianya.

B.     Isi

Baterai merupakan salah satu sumber energi yang sekali habis pakai. Baterai biasanya terdiri dari tiga komponen penting, yaitu: batang karbon sebagai anoda (kutub positif), seng (Zn) sebagai katoda (kutub negatif), dan pasta sebagai elektrolit (penghantar). Salah satu komponen baterai yang dapat diperbaharui adalah pasta baterai. Baterai yang setelah pakai biasanya dibuang atau tidak dimanfaatkan lagi. Hal ini tentu saja tidak hemat dari segi energi maupun biaya. Selain itu baterai bekas yang dibuang ke tanah akan menghasilkan limbah yang sulit terurai secara alami. Ditambah lagi dari dampak yang ditimbulkan dari pasta baterai yang telah mencemari tanah, karena kandungan pasta baterai tersebut merupakan bahan-bahan kimia yang bersifat racun terhadap kesuburan tanah seperti kalium dan natrium.
Kebutuhan akan sumber energi baru sedang giat-giatnya dicari dan dikembangkan seiring dengan berkembangnya bioteknologi. Pencarian sumber energi listrik juga difokuskan berasal dari bahan-bahan organik yang ramah lingkungan, aman bagi manusia, mudah didapat, serta dapat terus diperbaharui.
Limbah sayuran mengandung elektrolit-elektrolit seperti kalium dan natrium. Elektrolit-elektrolit tersebut dapat menghasilkan listrik dengan bergerak dari kutub negatif (seng) menuju kutub positif (tembaga) melalui penghantar yang ada di dalam baterai. Dan apabila dihubungkan dengan saklar listrik maka elektron-elektron tersebut dapat menghidupkan lampu berpijar akan tetapi energi tersebut semakin lama semakin habis karena adanya tumbukan antar elektron di dalam lampu yang berpijar sehingga menimbulkan cahaya. Dengan adanya limbah sayur yang ada di sekitar kita untuk menghasilkan manfaat sekaligus mengurangi limbah yang ada di lingkungan sekitar, essay ini memberikan gagasan berupa Pemanfaatan Limbah Sayur Pasar sebagai Pengganti Pasta Baterai Kering Guna Menghasilkan Listrik Tergantikan.
Hasil panen sayur-sayuran di Indonesia cukup melimpah, namun hanya sebagian yang dapat dimanfaatkan mengingat sifat alamiah sayuran yang cepat rusak dan busuk selepas panen.
Mengingat sifat sayuran yang mudah rusak dan busuk, banyak sisa-sisa sayuran yang terbuang percuma dan menjadi sampah yang menumpuk. Sampah merupakan salah satu masalah global yang terjadi dalam kehidupan sekarang ini. Berbagai jenis sampah, seperti sampah padat-cair, organik-anorganik banyak dibuang percuma dan menimbulkan efek negatif bagi lingkungan.
SAYURAN
Sayuran merupakan salah satu produk pertanian organik dari masyarakat Indonesia. Sayuran sangat penting dikonsumsi untuk kesehatan masyarakat. Menurut Sunaryo (1984), salah satu ciri produk tanaman segar yaitu tidak dapat disimpan lama dalam keadaan segar, sehingga tidak semua sayuran dimanfaatkan dengan baik, karena sebagian sayuran telah rusak dan busuk.
BATERAI
Orang (penemu) yang berjasa terhadap penemuan baterai adalah John Frederic Daniell, Thomas Edison, Luigi Galvani, Moritz von Jacobi, George Leclanche, Nikola Tesla Alexandro Volta. Baterai dibuat pertama kali oleh Alexandro Volta pada tahun 1800, kemudian sekitar tahun 1866 Leclanche membuat sebuah baterai kering, sehingga baterai kering disebut juga dengan sel Leclanche.
Baterai kering adalah suatu sumber listrik yang diperoleh dengan konversi langsung dari energi kimia, mempunyai elektrolit yang tidak dapat tumpah, dan dapat dipakai dalam segala posisi (Dewan Standart Nasional Indonesia, 1990). Baterai, dimana didalamnya terjadi proses elektrokimia yang reversible. Proses elektrokimia yang reversible adalah dimana di dalam baterai berlangsung proses perubahan kimia menjadi energi listrik (proses pengosongan) dan proses sebaliknya dari energi listrik menjadi energi kimia, pengisian kembali dengan cara melewatkan arus listrik dalam arah yang berlawanan di dalam sel. Jenis sel baterai ini disebut juga Storage Battery, adalah suatu baterai yang dapat digunakan berulang kali pada keadaan sumber listrik arus bolak-balik (AC).
Sel Leclanche tediri atas suatu silinder zink yang berisi pasta dari campuran batu kawi (MnO2), salmiak (NH4Cl), karbon (C) dan sedikit air (jadi sel ini tidak 100% kering). Zn berfungsi sebagai anode, sedangkan katode digunakan elektrode inert, yaitu grafit yang dicelupkan di tengah-tengah pasta Pasta itu sendiri berfungsi sebagai oksidator. Beberapa jenis karbon yang biasa digunakan sebagai elektrode diantaranya adalah grafit (yang mengandung seresin atau lilin parafin), grafit pirolitik (memiliki kerapatan yang cukup tinggi), pasta karbon, grafit yang terdispersi dalam resin epoksi atau serat silikon, dan karbon yang seperti kaca (glassy carbon). (Sawyer et al.,1995). Prinsip karbon yang dapat digunakan sebagai elektrode adalah karbon yang memliki stuktur grafit dimana di dalam struktur ini atom-atom karbon membentuk orbital hibridisasi sp2 yang menghubungkan satu atom karbon dengan atom karbon lainnya. Struktur ini memungkinkan terjadinya pergerakan elektron 9 9 sehingga dapat menghantarkan arus listrik (Wilkinson, 1976). Elektrode ini memiliki keunggulan oleh karena sifatnya yang inert sehingga tidak me nghantarkan arus listrik (Wilkinson, 1976). Elektrode ini memiliki keunggulan oleh karena sifatnya yang inert sehingga tidak mudah teroksidasi maupun tereduksi.
Sayuran Hijau sebagai Pengganti Pasta Baterai
Syarat agar suatu baterai dapat menghasilkan listrik adalah dengan adanya elektrolit . Elektrolit adalah suatu zat yang larut atau terurai ke dalam bentuk ion-ion dan selanjutnya larutan menjadi konduktor elektrik, ion-ion merupakan atom-atom bermuatan elektrik. Elektrolit bisa berupa air, asam, basa atau berupa senyawa kimia lainnya. Elektrolit umumnya berbentuk asam, basa atau garam. Beberapa gas tertentu dapat berfungsi sebagai elektrolit pada kondisi tertentu misalnya pada suhu tinggi atau tekanan rendah. Elektrolit kuat identik dengan asam, basa, dan garam kuat. Elektrolit merupakan senyawa yang berikatan ion dan kovalen polar. Sebagian besar senyawa yang berikatan ion merupakan elektrolit sebagai contoh ikatan ion NaCl yang merupakan salah satu jenis garam yakni garam dapur. NaCl dapat menjadi elektrolit dalm bentuk larutan dan lelehan atau bentuk liquid dan aqueous, sedangkan dalam bentuk solid atau padatan senyawa ion tidak dapat berfungsi sebagai elektrolit. Alam sendiri telah memberikan elektrolit dari sayuran maupun buah-buahan.
Dari keterangan diatas dapat diketahui bahwa sayur-sayuran yang selama ini kurang termanfaatkan secara optimal. Padahal sayur-sayuran tersebut dapat digunakan sebagai pengganti pasta baterai karena mengandung elektrolit seperti kalium maupun natrium. Penggunaanya tidak harus dengan membuat baterai baru, akan tetapi dapat memanfaatkan baterai bekas dan mengganti pasta baterai yang telah habis atau tidak mengandung elektrolit.
Adapun beberapa proses pembuatannya siapkan baterai bekas, bongkar, dan keluarkan serbuk elektrolit baterai hingga bersih (Jangan membuang batang arang baterai, usahakan untuk tidak patah, tergores, atau cacat), menyiapkan limbah sayuran hijau dan potong kecil-kecil, memasukkan kulit pisang yang telah dipotong tersebut kedalam baterai dan kembalikan posisi batang arang ke posisi semula, menutup rapat komponen baterai tersebut seperti semula, kemudian ujilah baterai tersebut dengan multimeter attaupun dengan lampu LED (Light Emitting Diode).
Pasta baterai dari limbah sayuran ini lebih ramah lingkungan karena sayuran sendiri merupakan bahan organik sehingga mudah di uraikan oleh tanah, selain itu merupakan sumberdaya yang dapat diperbaharui sehingga tidak perlu khawatir untuk kekurangan bahan baku dalam pemakaianya. 

C.     Penutup

Untuk mendukung tujuan dari essayini maka diperlukan kerjasama dari masyarakat terutama para pedagang yang ada di pasar untuk membuang sampah sayuran secara terpisah agar dapat dengan mudah dimanfaatkan dan tidak menimbulkan bau yang dapat mengganggu aktivitas pelaku pasar. Selain itu juga diperlukan penyuluhan untuk mengolah limbah tersebut menjadi pasta baterai.
 DAFTAR PUSTAKA

http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=mengenai%20pemanfaatan%20baterai%20bekas&source=web&cd=1&cad=rja&ved=0CCYQFjAA&url=http%3A%2F%2Fmuhammadhilmanh.files.wordpress.com%2F2012%2F03%2Fpkm-gt-pemanfaatan-limbah-sayur.pdf&ei=V6APUqbpIIrorQfbtoHgDg&usg=AFQjCNFP-9qadqqUlhG209RPxx1zu8Bmog&bvm=bv.50768961,d.bmk

1 komentar: