A.
Pendahuluan
Indonesia merupakan negara tropis dan agraris, sehingga salah satu
produksi yang melimpah berupa sayur-sayuran. Beberapa sayuran yang diproduksi
di Indonesia adalah bayam, kangkung, sawi dan kubis. Sayuran merupakan makanan yang penting bagi
manusia untuk melengkapi makanan 4 sehat 5 sempurna. Namun, masyarakat
Indonesia belum memanfaatkan secara maksimal sayuran tersebut. Pada dasarnya,
sifat sayuran itu mudah rusak dan membusuk. Sayuran yang rusak tersebut
sebagian besar hanya dibuang di tepi pasar sehingga merusak pemandangan dan
menimbulkan bau yang tidak sedap. Hal ini dapat membuat para konsumen enggan
untuk berbelanja di pasar walupun harga yang di tawarkan lebih murah dari pada
harga yang ada di supermarket. Sementara untuk sayuran yang tidak laku para
penjual biasanya memakan sebagian sayuran tersebut dan sisanya untuk makan
ternak, ini disebabkan sayuran merupakan jenis makanan yang gampang layu
sehingga akan menurunkan minat konsumen apabila dijual kembali.
Dari hasil produksi sayuran di Indonesia yang meningkat tentu saja jumlah
sayuran busuk semakin banyak. Untuk itu, perlu adanya suatu usaha untuk
mengurangi atau memanfaatkan sayuran busuk tersebut agar mengurangi jumlah
sampah di Indonesia. Berdasarkan hal tersebut, penulis mempunyai gagasan untuk
memanfaatkan sayuran busuk tersebut sebagai pengganti pasta pada baterai.
Baterai kering atau sel Leclanche tediri atas suatu silinder zink yang
berisi pasta dari campuran batu kawi (MnO2), salmiak (NH4Cl), karbon (C) dan
sedikt air (jadi sel ini tidak 100% kering). Zn berfungsi sebagai anode,
sedangkan katode digunakan elektrode inert, yaitu grafit yang dicelupkan di
tengah-tengah pasta. Syarat agar suatu baterai dapat menghasilkan listrik
adalah dengan adanya elektrolit . Elektrolit adalah suatu zat yang larut
atau terurai ke dalam bentuk ion-ion dan selanjutnya larutan menjadi konduktor
elektrik, ion-ion merupakan atom-atom bermuatan elektrik. Elektrolit bisa
berupa air, asam, basa atau berupa senyawa kimia lainnya. Alam sendiri telah
memberikan elektrolit dari sayuran maupun buah-buahan.
Dapat diketahui bahwa sayur-sayuran yang selama ini kurang termanfaatkan
secara optimal. Padahal sayur-sayuran tersebut dapat digunakan sebagai
pengganti pasta baterai karena mengandung elektrolit seperti kalium maupun
natrium. Contoh sayuran yang mengandung kalium adalah bayam, kangkung, sawi,
kubis. Pasta baterai dari limbah sayuran ini lebih ramah lingkungan karena
sayuran sendiri merupakan bahan organik sehingga mudah di uraikan oleh tanah,
selain itu merupakan sumberdaya yang dapat diperbaharui sehingga tidak perlu
khawatir untuk kekurangan bahan baku dalam pemakaianya.
B.
Isi
Baterai merupakan salah satu sumber energi yang
sekali habis pakai. Baterai biasanya terdiri dari tiga komponen penting, yaitu:
batang karbon sebagai anoda (kutub positif), seng (Zn) sebagai katoda (kutub
negatif), dan pasta sebagai elektrolit (penghantar). Salah satu komponen
baterai yang dapat diperbaharui adalah pasta baterai. Baterai yang setelah
pakai biasanya dibuang atau tidak dimanfaatkan lagi. Hal ini tentu saja tidak
hemat dari segi energi maupun biaya. Selain itu baterai bekas yang dibuang ke
tanah akan menghasilkan limbah yang sulit terurai secara alami. Ditambah lagi
dari dampak yang ditimbulkan dari pasta baterai yang telah mencemari tanah,
karena kandungan pasta baterai tersebut merupakan bahan-bahan kimia yang
bersifat racun terhadap kesuburan tanah seperti kalium dan natrium.
Kebutuhan akan sumber energi baru sedang giat-giatnya dicari dan
dikembangkan seiring dengan berkembangnya bioteknologi. Pencarian sumber energi
listrik juga difokuskan berasal dari bahan-bahan organik yang ramah lingkungan,
aman bagi manusia, mudah didapat, serta dapat terus diperbaharui.
Limbah sayuran mengandung elektrolit-elektrolit seperti kalium dan
natrium. Elektrolit-elektrolit tersebut dapat menghasilkan listrik dengan
bergerak dari kutub negatif (seng) menuju kutub positif (tembaga) melalui
penghantar yang ada di dalam baterai. Dan apabila dihubungkan dengan saklar
listrik maka elektron-elektron tersebut dapat menghidupkan lampu berpijar akan
tetapi energi tersebut semakin lama semakin habis karena adanya tumbukan antar
elektron di dalam lampu yang berpijar sehingga menimbulkan cahaya. Dengan
adanya limbah sayur yang ada di sekitar kita untuk menghasilkan manfaat
sekaligus mengurangi limbah yang ada di lingkungan sekitar, essay ini
memberikan gagasan berupa Pemanfaatan Limbah Sayur Pasar sebagai Pengganti
Pasta Baterai Kering Guna Menghasilkan Listrik Tergantikan.
Hasil panen sayur-sayuran di Indonesia cukup melimpah, namun hanya
sebagian yang dapat dimanfaatkan mengingat sifat alamiah sayuran yang cepat
rusak dan busuk selepas panen.
Mengingat sifat sayuran yang mudah rusak dan
busuk, banyak sisa-sisa sayuran yang terbuang percuma dan menjadi sampah yang
menumpuk. Sampah merupakan salah satu masalah global yang terjadi dalam
kehidupan sekarang ini. Berbagai jenis sampah, seperti sampah padat-cair,
organik-anorganik banyak dibuang percuma dan menimbulkan efek negatif bagi
lingkungan.
SAYURAN
Sayuran merupakan salah satu produk pertanian organik dari masyarakat
Indonesia. Sayuran sangat penting dikonsumsi untuk kesehatan masyarakat.
Menurut Sunaryo (1984), salah satu ciri produk tanaman segar yaitu tidak dapat
disimpan lama dalam keadaan segar, sehingga tidak semua sayuran dimanfaatkan
dengan baik, karena sebagian sayuran telah rusak dan busuk.
BATERAI
Orang (penemu) yang berjasa terhadap penemuan baterai adalah John
Frederic Daniell, Thomas Edison, Luigi Galvani, Moritz von Jacobi, George
Leclanche, Nikola Tesla Alexandro Volta. Baterai dibuat pertama kali oleh
Alexandro Volta pada tahun 1800, kemudian sekitar tahun 1866 Leclanche membuat
sebuah baterai kering, sehingga baterai kering disebut juga dengan sel
Leclanche.
Baterai kering adalah suatu sumber listrik yang diperoleh dengan konversi
langsung dari energi kimia, mempunyai elektrolit yang tidak dapat tumpah, dan
dapat dipakai dalam segala posisi (Dewan Standart Nasional Indonesia, 1990).
Baterai, dimana didalamnya terjadi proses elektrokimia yang reversible. Proses
elektrokimia yang reversible adalah dimana di dalam baterai berlangsung proses
perubahan kimia menjadi energi listrik (proses pengosongan) dan proses
sebaliknya dari energi listrik menjadi energi kimia, pengisian kembali dengan
cara melewatkan arus listrik dalam arah yang berlawanan di dalam sel. Jenis sel
baterai ini disebut juga Storage Battery, adalah suatu baterai yang dapat
digunakan berulang kali pada keadaan sumber listrik arus bolak-balik (AC).
Sel Leclanche tediri atas suatu silinder zink
yang berisi pasta dari campuran batu kawi (MnO2), salmiak (NH4Cl), karbon (C)
dan sedikit air (jadi sel ini tidak 100% kering). Zn berfungsi sebagai anode,
sedangkan katode digunakan elektrode inert, yaitu grafit yang dicelupkan di
tengah-tengah pasta Pasta itu sendiri berfungsi sebagai oksidator. Beberapa
jenis karbon yang biasa digunakan sebagai elektrode diantaranya adalah grafit
(yang mengandung seresin atau lilin parafin), grafit pirolitik (memiliki
kerapatan yang cukup tinggi), pasta karbon, grafit yang terdispersi dalam resin
epoksi atau serat silikon, dan karbon yang seperti kaca (glassy carbon).
(Sawyer et al.,1995). Prinsip karbon yang dapat digunakan sebagai elektrode
adalah karbon yang memliki stuktur grafit dimana di dalam struktur ini
atom-atom karbon membentuk orbital hibridisasi sp2 yang menghubungkan satu atom
karbon dengan atom karbon lainnya. Struktur ini memungkinkan terjadinya
pergerakan elektron 9 9 sehingga dapat menghantarkan arus listrik (Wilkinson,
1976). Elektrode ini memiliki keunggulan oleh karena sifatnya yang inert
sehingga tidak me nghantarkan arus listrik (Wilkinson, 1976). Elektrode ini
memiliki keunggulan oleh karena sifatnya yang inert sehingga tidak mudah
teroksidasi maupun tereduksi.
Sayuran Hijau sebagai Pengganti Pasta Baterai
Syarat agar suatu baterai dapat menghasilkan listrik adalah dengan
adanya elektrolit . Elektrolit adalah suatu zat yang larut atau terurai
ke dalam bentuk ion-ion dan selanjutnya larutan menjadi konduktor elektrik,
ion-ion merupakan atom-atom bermuatan elektrik. Elektrolit bisa berupa air,
asam, basa atau berupa senyawa kimia lainnya. Elektrolit umumnya berbentuk
asam, basa atau garam. Beberapa gas tertentu dapat berfungsi sebagai elektrolit
pada kondisi tertentu misalnya pada suhu tinggi atau tekanan rendah. Elektrolit
kuat identik dengan asam, basa, dan garam kuat. Elektrolit merupakan senyawa
yang berikatan ion dan kovalen polar. Sebagian besar senyawa yang berikatan ion
merupakan elektrolit sebagai contoh ikatan ion NaCl yang merupakan salah satu
jenis garam yakni garam dapur. NaCl dapat menjadi elektrolit dalm bentuk
larutan dan lelehan atau bentuk liquid dan aqueous, sedangkan dalam bentuk
solid atau padatan senyawa ion tidak dapat berfungsi sebagai elektrolit. Alam
sendiri telah memberikan elektrolit dari sayuran maupun buah-buahan.
Dari keterangan
diatas dapat diketahui bahwa sayur-sayuran yang selama ini kurang termanfaatkan
secara optimal. Padahal sayur-sayuran tersebut dapat digunakan sebagai
pengganti pasta baterai karena mengandung elektrolit seperti kalium maupun
natrium. Penggunaanya tidak harus dengan membuat baterai baru, akan tetapi
dapat memanfaatkan baterai bekas dan mengganti pasta baterai yang telah habis
atau tidak mengandung elektrolit.
Adapun beberapa
proses pembuatannya siapkan baterai bekas, bongkar, dan keluarkan serbuk
elektrolit baterai hingga bersih (Jangan membuang batang arang baterai,
usahakan untuk tidak patah, tergores, atau cacat), menyiapkan limbah sayuran
hijau dan potong kecil-kecil, memasukkan kulit pisang yang telah dipotong
tersebut kedalam baterai dan kembalikan posisi batang arang ke posisi semula,
menutup rapat komponen baterai tersebut seperti semula, kemudian ujilah baterai
tersebut dengan multimeter attaupun dengan lampu LED (Light Emitting Diode).
Pasta baterai dari
limbah sayuran ini lebih ramah lingkungan karena sayuran sendiri merupakan
bahan organik sehingga mudah di uraikan oleh tanah, selain itu merupakan
sumberdaya yang dapat diperbaharui sehingga tidak perlu khawatir untuk
kekurangan bahan baku dalam pemakaianya.
C. Penutup
Untuk mendukung tujuan dari essayini maka diperlukan kerjasama dari
masyarakat terutama para pedagang yang ada di pasar untuk membuang sampah
sayuran secara terpisah agar dapat dengan mudah dimanfaatkan dan tidak
menimbulkan bau yang dapat mengganggu aktivitas pelaku pasar. Selain itu juga
diperlukan penyuluhan untuk mengolah limbah tersebut menjadi pasta baterai.
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=mengenai%20pemanfaatan%20baterai%20bekas&source=web&cd=1&cad=rja&ved=0CCYQFjAA&url=http%3A%2F%2Fmuhammadhilmanh.files.wordpress.com%2F2012%2F03%2Fpkm-gt-pemanfaatan-limbah-sayur.pdf&ei=V6APUqbpIIrorQfbtoHgDg&usg=AFQjCNFP-9qadqqUlhG209RPxx1zu8Bmog&bvm=bv.50768961,d.bmk